Jumat, 06 Desember 2013
ANDI PRASETIO (ANDI 151) PENDEKAR MARGA BHAKTI TAMA ML151 MEMBAJAK HAK CIPTA / KARYA TULIS WEBMASTER MLP
atas kelakuan bejatnya ini, webmaster MLP melakukan kontak menelpon kepada yang bersangkutan. namun Andi Prasetio setelah tahu bahwa yang melakukan kontak dari MLP, di langsung menutup telepon.
Bukti pembajakan hak cipta orang lain seperti terlihat di link ini
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10200942626021640&set=gm.10151563326318463&type=1&theater
Semua isi / konten artikel yang ada di web Margaluyu-pusat.net di copy paste kemudian di edit dengan mengganti nama penulisnya DAN kemudian dimuat di blog gratisan yang dia buat.
Hal ini menurut kami warga ML151 sekelas pendekar MBT yang SANGAT MISKIN KREATIVITAS, dan bermoral rendahan. Buktinya waktu dihubungi via telpon dan lewat Inbox FB tidak berani menjawab.
Jadi layak untuk disebut pendekar pengecut, Berani berbuat tidak berani bertanggung jawab.
Ternyata gelar Pendekar Marga Bhakti Tama ML151 hanyalah gelar tong kosong,
Selasa, 19 November 2013
Keponakan Guru Besar ML151 (Bambang Suwela) Hijrah ke MLP
Pada tanggal 2 Nopember 2013, secara resmi pak Bambang Suwelo, keponakan dari Guru besar ML151, Hijrah dari ML151 ke Margaluyu-Pusat Cikuya (MLP).
Setelah berlatih jurus jurus MLP kurang lebih 6 bulan dan latihan olah gerak, Beliau di Harkat oleh Kasepuhan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat Cikuya bersama sejawat MLP lainya dari Kudus, Surakarta, Yogya dan Semarang.
Pengharkatan berlangsung di Studen Center Universitas Diponegoro yang di fasilitasi oleh UKM Margaluyu Pusat Universitas Diponegoro Semarang.
Saat ini pak Bambang Suwelo (keponakan Guru besar ML151, Effendi HS), sedang mengikuti pelatihan untuk pelatih. Jika beliau memenuhi syarat sebagai pelatih , maka beliau akan bertindak sebagai pelatih MLP di wilayah Semarang Tengah.
Banyak serba serbi ML151 dan serba serbi guru bsar ML151 Effendi Alibasyah, yang beliau ceritakan. Karena beliau termasuk orang dalam di "Ring 1" ML151, maupun di lingkungan keluarga. Sehingga tahu persis apa dan rencana Guru besar ML151 untuk mematahkan gerak kemajuan MLP.
Menurut pak Bambang Suwelo. Semakin keras usaha pamanya menghadang MLP, semakin terbuka ketidak masuk akalan keilmuan ML151. Menurut beliau, Pedranas ML151 tiap bulan Desember hanyalah usaha mempertahankan kebohongan pribadi guru besar ML151, dan merayakan hari ulang tahun pribadinya yang dibiayai oleh para murid ML151.
Setelah tahu isi keilmuan MLP, Menurut pak Bambang Suwelo, untuk mencapai R, di MLP memerlukan waktu paling sedikit 5 tahun, dan memahami sebanyak 35 jurus lainya yang tidak pernah ada di ML151 dan tidak pernah dipelajari / diketahui oleh Guru besar Effendi.
Rabu, 14 September 2011
Minggu, 31 Juli 2011
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Cikuya Cicalengka Kab. Bandung
Insya Allah kita mulai menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432 Hijriah mulai dari tanggal 1 Agustus 2011. Kami atas nama keluarga besar Margaluyu Pusat Cikuya mengcucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh sejawat penghayat keilmuan Margaluyu.
Sebelum melaksanakan puasa kami menghaturkan maaf atas kesalahan. Insya Allah selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan diberikan kekuatan, kesehatan dan keteguhan iman
Wassalam
a.n Pengurus MLP Cikuya
Beps.
Jumat, 17 Juni 2011
Bela Sungkawa
Semoga amal bhakti serta ibadah beliau mendapat karunia tertinggi dari Allah SWT. Amin.
Jumat, 03 Juni 2011
Harkatan MLP Makassar
sebelum prosesi HARKATAN dilakukan penjelasan tujuan dan maksud dari harkatan, dilanjutkan dengan proses pengecekan jurus.
Minggu, 29 Mei 2011
Highlight sebuah buku Pedoman
Dan sampai saat ini diyakini bahwa buku pedoman ML151 yang isinya hanyalah sebuah penyelewengan sejarah dan penyelewengan atas riwayat hidup pribadi Abah Andadinata. Dan hingga saat ini guru besar ML151 tidak pernah berani melakukan klarifikasi kepada keluarga besar / wali Keluarga Andadinata.
Selasa, 08 Februari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
UTAK ATIK OTAK
Tidak dapat disangkal dan sudah menjadi fakta yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Bahwa fakta guru besar **151 Alibasyah HS Effendi PS.GMM, menulis di Buku Panduan **151 serta Buku Selayang Pandang **151, menyatakan Eyang Andadinata LAHIR pada 6 Juni 1724, WAFAT 6 Juni 1969. Selain itu juga dinyatakan pada buku tersebut, menyebutkan usia Eyang Andadinata 394 tahun. Serta Eyang Andadinata menjadi abdi dalem / pengasuh Sultan Agung
Nilai sebuah karya tulis, apalagi berbentuk Buku pedoman, harus memenuhi persyaratan ilmiah yang harus dipertanggung jawabkan oleh penulis. Manakala sebuah karya tulis tidak bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah, maka hal tersebut sebagai PENYESATAN INFORMASI.
Kejanggalan dan tidak keberesan Buku Pedoman **151 dan Buku Selayang Pandang **151, ”tercium oleh keluarga besar Andadinata”. Namun demikian ketidak beresan informasi harus juga dibuktikan secara ilmiah.
Siapakah yang benar ? apakah guru besar *151 atau keluarga besar Andadinata. Mari kita analisa.
Secara Matematis bisa dihitung : [Tahun Wafat] – [Usia] = [Tahun Lahir]
Tahun kelahiran Andadinata : 1969 - 394 = 1575.
Ditulis oleh guru besar **151 : Eyang Andadinata lahir = 1724 (selisih 251 tahun).
Sultan Agung Raja Mataram ke IV memerintah dari tahun 1613 ~ 1645.
Pemerintahannya terputus karena Wafat pada tahun 1645.
Ditulis oelh guru besar **151 ”Eyang Andadinata adalah Abdi Dalem / pengasuh Sultan Agung.
Secara matematis bisa dilakukan cross cek / perbandingan sebagai berikut:
Sultan Agung Raja Mataram Wafat / meninggal dunia pada tahun 1645.
Tahun Kelahiran eyang Andadinata versi Buku Pedoman **151 tahun 1724
Tahun kelahiran Eyang Andadinata berdasarkam matematis diatas .....1575
Artinya Eyang ANDADINATA BELUM LAHIR pada saat SULTAN AGUNG MENINGGAL.
Bagaimana mungkin Andadinata yang belum lahir bisa menjadi pengasuh / abdi dalem Sultan Agung yang sudah meninggal dunia.
Sangat Jelas bahwa apa yg ditulis oleh Guru Besar **151 pada Buku Pedoman **151 dan Buku Selayang Pandang **151. TIDAK MENUNJUKAN KEBENARAN ILMIAH, justru merupakan PENYESATAN INFORMASI.
Pseudo Historic:
Sebuah Buku Panduan adalah tolok ukur yang menjadi arahan baku bagi anggota. HARUS MEMILIKI KEBENARAN ILMIAH yang harus bisa dipertanggung jawabkan kebenaranya
Seorang yang berlevel guru besar yang menulis buku ini harus mampu mempertanggung jawabkan kebenaran atas apa yg ditulis. Secara horisontal kepada warga **151, dan secara vertikal bertanggung jawab kepada Allah SWT.
Kesimpulan:
1. Buku Panduan **151 dan Buku Selayang Pandang **151 TIDAK MEMENUHI AZAS KEBENARAN ILMIAH, KORUPSI TERHADAP RIWAYAT HIDUP EYANG ANDADINATA
2. Demi ALLAH, demi RASULULLAH jangan sampai semakin banyak orang YANG DISESATKAN OLEH ISI BUKU PANDUAN ML151 DAN BUKU SELAYANG PANDANG ML151.
3. Allah SWT adalah sumber dari semua kebenaran. Oleh karena itu jangan mencatut asma Allah untuk menafiskan bukti kebenaran otentik yang kasat mata dan kasat rasa. Jika kita tidak ingin menjadi umat yang merugi.
wassalam
Barulinting
email:
Andadinata@margluyu-pusat.net
Sabtu, 15 Januari 2011
Jumat, 14 Januari 2011
Senin, 03 Januari 2011
Sabtu, 18 Desember 2010
Pesan dari Keluarga Andadinata

Keluarga Besar Andadinata
Jl. Ir. H Juanda desa Cikuya RT001 RW01 Cicalengka Kab. Bandung
telp. 022 7949042
Cicalengka 17 Desember 2010
Kepada
Yth. Seluruh Penghayat Keilmuan Margaluyu
Di tempat.
Dengar hormat.
Kami keluarga almarhum abah Andadinata bin Natadikarta, merasa sangat prihatin atas pelecehan sejarah orang tua kami dan pelecehan sejarah asal usul keilmuan Margaluyu yang disebar luaskan oleh seorang yang sama sekali tidak pernah berhubungan langsung dengan almarhum abah Andadinata.
Oleh karena itu keluarga besar Andadinata bin Natadikarta sangat berkepentingan untuk melakukan klarifikasi serta meluruskan semua informasi yang tidak benar berkaitan dengan asal usul keilmuan Margaluyu dan sejarah riwayat hidup abah Andadinata.
1. Secara pribadi, abah Andadinata tidak pernah bertemu dan atau berhubungan langsung dengan sdr. H. Alibasyah HS Effendi PS yang sekarang menyandang gelar sebagai guru besar Margaluyu 151. Apalagi menobatkanya sebagai pewaris / murid terdekat
2. Tidak benar abah Andadinata lahir pada 6 Juni 1724 dan wafat pada 6 juni 1969.
3. Tidak benar bahwa abah Andadinata menjadi pengasuh / abdi dalem Sultan Agung raja Mataram. Dan itu semua tidak mungkin bisa terjadi, karena hidup pada kurun jaman yg berbeda.
4. Tidak benar abah Andadinata mendapat ilmu Suradira Jayaningrat lebur dening pangastuti dari Sultan Agung dan kemudian merubah ilmu tersebut menjadi Margaluyu.
5. Tidak benar abah Andadinata mewariskan keilmuan Margaluyu kepada sdr. H. Alibasyah HS Effendi PS.
6. Tidak benar jika dikatakan bahwa abah Andadinata mempunyai anak tertua yang bernama S. Andadinata, seperti dikatakan oleh H. Alibasyah HS Effendi PS pada 12 Desember 2010 di padepokan ML151 Yogyakarta. Kami keluarga besar almarhum abah Andadinata bin Natadikarta adalah pihak yang paling tahu perihal riwayat hidup Abah Andadinata bin Natadikarta.
Kami keluarga besar Andadinata berharap agar masyarakat luas penghayat keilmuan Margaluyu serta pecinta silat tradisional tidak terjerumus oleh cerita dan informasi yang tidak benar.
Oleh karena itu kami keluarga besar Andadinata memerintahkan kepada Dewan Majelis MLP dan pengurus Gerak Badan Margaluyu Pusat untuk melakukan pelurusan sejarah asal usul keilmuan Margaluyu dan pelurusan sejarah riwayat hidup abah Andadinata kepada masyarakat luas penghayat silat tradisonal. Khususnya kepada penghayat keilmuan Margaluyu
Wali keluarga Abah Andadinata
ttd
Idit Junaidi
Senin, 29 November 2010
Margaluyu 151 Tuban melakukan pembajakan video MLP
Gambar diatas adalah bukti shahih bahwa perguruan Margaluyu 151 Tuban, dengan sengaja telah membajak video clip milik Margaluyu Pusat.Berulang kali pembajakan properti informasi milik Margaluyu Pusat dibajak oleh perguruan ML151. Namun hingga saat ini pembajakan tetap dibiarkan berlangsung terus menerus. Pihak ML151 Yogyakarta sebagai center dari ML151 hanya berdiam diri dan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hak cipta, pelanggaran atas Hak kekayaan Intelektual serta pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik.
Kita hanya bisa mengungkapkan betapa warga/murid ML151 begitu miskin etika dan miskin moral. karena telah dengan nyata melakukan pembiaran terhadap pembajakan pembajakan yg dilakukan oleh warga ML151
Minggu, 28 November 2010
Foto abah Andadinata dibajak oleh warga ML 151 Ponorogo
Sejawat Margaluyu Pusat.Pada Hari kamis 25 Bopember 2010, sekitara jam 02:30. Admin website Margaluyu pusat mendapatkan foto abah Andadinata telah dibajak dan dimuat pada blog www.puncakkhayangan.blogspot.com.
Ternyata setelah ditelusuri, yang melakukan pembajakan adalah murid Margaluyu 151 dari kota Ponorogo Jawa Timur. dengan nama Account di facebook "yougki Reza"
Tindakan yag dilakukan oleh admin, adalah mengirim email serta posting di wall facebook yang bersangkutan. Dengan content bahwa pihak Margaluyu Pusat sangat keberatan atas tindak pembajakan ini. oleh karena itu meminta dengan segera kepad ybs untuk menghapusnya dari blog puncakkhayangan.
Sdr. Wahyu Wahyono alias Youngki Reza memberikan respon dan berjanji untuk menghapus foto abah Andadinata dari blog puncak khayangan. Oleh karena itu pada hari Sabtu tanggal 27 Nopember 2010 per jam 12:42 sudah terkonfirmasi bahwa foto abah Andadinata yg dibajak tersebut sudah di hapus dari blog puncak khayangan.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada pelaku pembajakan foto abah Andadinata, kami a/n warga MLP mengucapkan terima kasih. Dan Kami warga MLP menyatakan bahwa sdr Wahyu Wahyono jauh lebih berani dan jauh lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan para fungsionaris ML151 dan atau guru besarnya sendiri dalam menuntaskan problem yang terjadi.
Pesan khusus kepada sdr. Wahyu Wahyono anggota ML151 Ponorogo
Anda jauh lebih berani dan lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan guru besar ML 151 H. Alibasyah HS Effendi.
Rabu, 17 November 2010
Cerita seorang Guru Besar
Dalam ceritanya yang ditulis pada buku panduan dan diktat Selayang Pandang, menyatakan bahwa Dia (Effendi) adalah murid termuda dari 8 murid lainya yg diwarisi keilmuan Suiradira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti alias Keilmuan Margaluyu.
Karena Hanya Dia (Effendi) yang diwarisi, maka murid lainya menjadi iri hati. Sehingga mereka semua mendirikan perguruan Margaluyu lainya.
Dalam buku panduan yang ditulis Dia (Efffendi), dinyatakan bahwa Keilmuan Margaluyu didirikan oleh Sultan Agung Raja Mataram pada tanggal 6 Juni 1555 (tanggal 6 bulan Juni tahun seribu limaratus lima puluh lima). Di Yogyakarta.
Pada Diktat Selayang Pandang ditulis bahwa Eyang Andadinata lahir pada 6 Juni 1724 (tanggal enam Juni seribu tujuhratus duapuluh empat). Dinyatakan pula bahwa Eyang Andadinata adal;ah Pengasuh (abdi dalem) Sultan Agung yang kemudian Sultan Agung menurunkan ilmu Suradira jayaningrat Lebur dening Pangastuti alias keilmuan Margaluyu kepada Eyang Andadinata
Masyarakat beladiri klhususnya masyarakat silat tradisional amat sangat MERAGUKAN semua cerita yang dinyatakan oleh guru besar H.Alibasyah HS Effendi PS yg bermukin di desa Tempel Kelurahan Umbul Martani kecamatan Ngemplak Sleman.
Pasal Keraguanya adalah Sangat bertentangan dengan sejarah Indonesia dan sejarah Babad Tanah Jawa.
1. Pada tahun 1555, Kerajaan Mataram Islam belum berdiri, Sultan Agung belum lahir dan kota Yogyakarta belum ada. Kota Yogyakarta baru dberdiri pada tahun 1756.
2. Eyang Andadinata dimasa pemerintahan Sultan Agung sebagai Raja Mataram 1613 ~ 1645, sangat jelas belum lahir. Jadi bagaimana mungkin orang yang belum lahir bisa mengasuh Sultan Agung yang sudah wafat di tahun 1645. Dan Bagaimana mungkin Sultan Agung yang sudah wafat bisa mengajar jurus pencak silat kepada eyang Andadinata yang baru lahir.
3. Hasil penelisikan yang diperoleh, ternayata guru besar yang bernama H. Alibasyah HS Effendi PS tidak pernah bertemu muka secara langsung dengan eyang Andadinata.
Data yg kami peroleh bahwa H. Alibasyah HS Effendi pernah berguru keilmuan Margaluyu kepada bapak Sumo Pawiro di Kota Wates kabupaten Kulonprogo. Dan H. Alibasyah HS Effendi mengakui bahwa dia belajar keilmuan Margaluyu di Wates Kulonprogo dan diwisuda oleh bapak Sumo Pawiro. Jadi jelas bahwa H. Alibasyah HS Effendi belum pernah bertemu muka dengan Eyang Andadinata.
Sudah sangat Jelas, bahwa sejarah keilmuan Margaluyu, dan sejarah pribadi eyang Andadinata telah dengan sengaja dikarang seenak udelnya serta menyimpang dari kenyataan, fakta dan kebenaran oleh guru besar yang bernama H. Alibasyah HS Effendi PS. Dan nama perguruan itu adalah Margaluyu 151.
wassalam.
Wali keluarga alm. Andadinata.
Rabu, 27 Oktober 2010
Selamat Jalan mbah Marijan
Kepada warga disekitar gunung Merapi kami merasa prihatin atas terjadinya bencana ini. Insya Allah diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi bencana ini.
kami yg turut prihatin
Gerak Badan Pecak Margaluyu Pusat
Selasa, 12 Oktober 2010
QUESTION AND ANSWER
Q: Ada yang mengatakan bahwa keilmuan Margaluyu berasal dari Mataram
A: Tidak benar
Q: Tapi yang mengatakan itu adalah seorang guru besar diperguruan margaluyu 151
A: Tidak benar. Dia hanya ngarang cerita saja. Tidak bukti bukti otentik
Q: Dikatakan bahwa Eyang Andadinata adalah abdi dalem sekaligus murid Sultan Agung
A: Itu hanya cerita karangan yg ngawur. Di zaman kerajaan Mataram Eyang Andadinata belum lahir.
Q: Katanya eyang Andadinaya sudah ada, karena beliau beumur 394 tahun.
A: Tidak benar dan tambah ngawur.
Eyang Andadinata lahir pada tahun 1893. Sultan Agung jadi raja Mataram antara tahun 1613 ~ 1645. Mana mungkin kedua tojoh itu bisa ketemu.
Q: Apa beltul ilmu Margaluyu berasal dari ilmu Suradira Jayaningrat lebur dening pangastuti.
Yang kemudian dirubah menjadi llmu Margaluyu 151 Didirikan pada 6 Juni 1555 di Yogyakarta dimasa kerajaan Mataram
A: Tidak benar dan sangat ngawur
Tahun 1555 kerajaan Mataram belum berdiri dan kota Yogyakarta belum ada.
Suradira jayaningrat lebur dening pangastuti adalah falsafah Jawa bukan ilmu pencak silat ataupun ilmu beladiri maupun ilmu tenaga dalam. Falsafah itu sudah dikenal sajak zaman Hindhu Buddha,
Q: Apa sebenarnya ilmu Margaluyu
A: Ilmu Margaluyu adalah ilmu pencak silat yang terdiri dari sport /olah raga dan pencak silat tradisional Jawa Barat.
Q: Jadi ilmu Margaluyu bukan dari Mataram
A: Jelas Bukan. Ilmu Margaluyu asli berasal dari Jawa Barat dan kemudian menjadi perguruan yang disebut dengan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat, yang berdiri pada tahun 1938 di desa Cikuya Cicalengka.



