Jumat, 2009 Maret 27




Pertemuan Tradisi Margaluyu Pusat & peringatan Maulid Nabi 12 Rabiul Awal 1430H


Pertemuan tradisi Margaluyu Pusat 12 Rabiul awal 1430H, di Cikuya Cicalengka dilaksanakan bersamaan dengan hajat sesepuh bapak Idit Junaidi mengkhitankan cucu beliau. Dalam pertemuan ini diramaikan dengan pertunjukan Pencak Silat sehingga acara menjadi semarak. Puncak acara adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selasa, 2009 Januari 20

GERAK SURO MENYAMBUT TAHUN BARU 1430H


Pada tanggal 28 Desember 2008 bertepatan dengan malam 1 Suro 1942 / 1 Muharam 1430, dilaksanakan saraseham dan latihan bersama antar sejawat Margaluyu Pusat yang bertempat di Yogyakarta. Bertindak sebagai host adalah mas Sulistiyanto senior Margaluyu Pusat Yogtakarta. Dalam acara ini tampak hadir mas Asep dan Mas Wawan dari Banyumanik Semarang, bapak Bambang Sarkoro mewakilil Cikuya Cicalengka serta mas Rama Wijaya mewakili sejawat dari Jakarta.
mas Arie bertindak sebagai pemandu acara, telah menata acara dengan semarak sehingga seluruh acara berjalan mulus dan meriah.
Selain latihan bersama, juga dilakukan atraksi hasil pengolahan pribadi masing-masing sejawat Margaluyu Pusat, seperti terlihat pada gambar diatas.

Selasa, 2008 Agustus 05

Minggu, 2008 Juni 22

Abot Dhuwur Mikul Ngisor

Abot Dhuwur Mikul Ngisor.

Ada unkapan dalam filosofi jawa yang berbunyi “Abot Dhuwur Mikul Ngisor”, Ungkapan ini memang sekarang tidak populer lagi. Khususnya di kaum muda.

Secara harafiah ungkapan ini sulit di untuk diterjemahkan kedalam pengertian bahasa Indonesia. Akan tetapi makna yang tersirat dari ungkapan ini, mengacu pada besar tanggung jawab yang menjadi beban seseorang yang telah dewasa. Dalam arti jika sudah memilki keluarga, istri dan anak.

Dalam budaya kita, Lelaki memiliki kodrat sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Maka tuntutan untuk bertindak sebagai pemimpin menjadi hal yang mutlak diperlukan. Inilah arti dari ungkapan “Abot Dhuwur”.

Layaknya sebagai pemimpin, tentu ada hal2 yang harus dipersiapkan.Antara lain sikap dan budi pekerti luhur yang layak untuk di teladani, baik diteladani oleh orang lain (teman se usia) maupun kepada istri maupun anak2nya.

Yang menjadi pertanyaan. Apakah pekerti kita sudah siap ?

Sejauh mana kita menghormati keluarga sendiri ?

Sejauh mana kita mampu memelihara rumah tangga kita untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warokhmah.

Ungkapan “Mikul Ngisor” bermakna implementasi tanggung jawab dalam menjaga kelangsungan generasi penerus. Yakni tanggung jawab kepada istri dan dan anak.

Adalah menjadi tanggung jawab lelaki sebagai pemimpin rumah tangga untuk dapat memuliakan istri, dan mencerdaskan anak anaknya.

Tidak sedikit kaum lelaki gagal menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin rumah tangga. Karena faktor yang sepele, yakni kepincut dengan perempuan lain. Sehingga melupakan tanggung jawabnya kepada keluarga. Kalau hal ini terjadi, maka akan timbul rentetan alasan untuk menutupi segala bentuk kebohongan.

...................

Ahhhhh.kamu sekarang sudah menjadi lelaki.

Belajarlah menjadi lelaki sejati, belajarlah jadi ksatria sejati.

Hidup ini laksana gelanggang perkelahian,.

Senjatamu adalah keputusanmu.

Kemenanganmu ditentukan oleh keputusanmu.

Kemenanganmu berada pada keputusamu untuk tetap setia

kepada dirimu, setia kepada istrimu, setia kepada anak2mu.

Kesetiaan adalah Panglimamu.

Kebenaran dan kebaikan adalah nyawamu.

Dan.....jika panglimamu terkapar, tergolek kalah bertarung dan tewas

Maka kebenaran dan kebaikan akan loncat dari dalam ragamu.

Maka kau akan berjalan terseok laksana mayat hidup yang hanya punya nafsu.

Tak ada lagi yang berharga didalam diri.

Bangun wahai kesetiaan, Ayo bangun...., panglima !!!

Gunakan senjatamu.


Disarikan dari “Bende Mataram” karya Herman Prathikto.

Senin, 2008 Juni 02

Slametan selesai pelatihan Jurus Wajib Margaluyu Pusat

Pada hari Sabtu wage tanggal 31 Mei 2008, para sejawat Gerak Badan Margaluyu Pusat baru saja menyelesaikan pelatihan wajib sampai jurus 10. Slametan /syukuran atas usaha keras dalam berlatih jurus jurus wajib Margaluyu Pusat patut disyukuri. Dengan selametan sederhana yang terdiri uga rampe pala gumantung, pala kesampar dan pala kependem serta kopi pahit dan manis.
Do'a selameten dilaksanakan oleh bapak Bambang Sarkoro (sesepuh) Margaluyu Pusat Jakarta.
Tentu sudah menjadi cita-cita bersama, setelah usai pelatihan jurus2 wajib akan dilakukan resitasi Harkatan.
Tampak dalam selamaten ini Pak Morris, pak Witarsa, pak Sutisna, pak Agus, Risman dll hadir ikut memberikan semangat dalam pelatihan ini.
Insya Allah dalam pertengahan bulan Juni Margaluyu Pusat unit BRI Senayan akan diharkat.
Selamat berlatih dan Insya Allah sukses seperti yang dicita citakan

Sabtu, 2008 Mei 10

Margaluyu Pusat pada gathering Forum Supranatural Kaskus




sejawat Margaluyu Pusat joint pada gathering forum supranatural Kaskus pada 3 Me 2008 yang lalu. Sebagian sejawat yang hadir Rama, Indra diminta oleh panitia untuk memperkenalkan silat Margaluyu. Dalam gambar Indra sedang memainkan golok kembar, Disamping itu om Mapi juga diminta untuk "bakti sosial" melakukan olah inner beauty kepada peserta gathering. Ternyata di seksi ini ada banyak peminatnya, sehingga cukup melelahkan buat om Mapi.
Disamping itu kepada peserta wanita diberikan trip & trick guna mengahadapi gangguan kekerasan yang lebih dikenal dengan womens self defense. Tampak dalam gambar Rama sedang memberikan arahan pada peserta.