pengunjung ke:

austin ecommerce

Rabu, 07 Juli 2010

ML151 Komda Sumsel ranting Martapura mencuri informasi milik Margaluyu Pusat


Penyakit lama kambuh lagi. Kali ini warga ML151 Komda SumSel ranting Martapura melakukan pembajakan/pebcurian informasi properti milik Margaluyu Pusat
Properti informasi yang dibajak/dicuri adalah foto abah Andadinata. Bukti otentiknya




Perlu dikjetahui oleh semua khalayak dan atau oleh semua penghayat keilmuan Margaluyu. bahwa Abah Andadinata, tidak pernah mempunyai murid yang bernama Effendi Alibasyah (guru besar 151).

Effendi Alibasyah dari desa Umbul Martani Sleman Yogyakarta pernah belajar MLP berguru kepada pa Sumopawiro di Wates Yogya selama 2 tahun saja (1963~1965). Jelasnya Effendi Alibasyah tidak pernah bertemu muka dengan abah Andadinata, Cerita dia yang mengaku sebagai pewaris adalah KEBOHONGAN semata...

Kami pengurus MLP sudah bertemu langsung kepada Effendi Alibasyah maupun kepada Sekjen 151 Tahlan Hatta untuk membuktikan pengakuanya, namun kedua-duanya bungkam tidak bisa menjawab apalagi membuktikan kebenaran ceritanya.

14 komentar:

Anonim mengatakan...

Eyang Andadinata tidak pernah punya murid yang bernama Alibasyah Effendi dari Sleman.

Hati-hatilah supaya tidak tertipu, sebaiknya tanya langsung sama ahli waris Eyang Andadinata di Cicalengka.

DJUMALI H mengatakan...

Assalamualaikum Wr Wb,
Saya keberatan kalau semua yg berbau logo ataupun foto 2 mendiang Apa S Andadinata hanya dianggap sebagai milik MARAGALUYU PUSAT. Sedangkan pd waktu sy belajar pd alm Bpk E Soehandi,kang Ujang atau bertanya ke alm Apa Andadinata hanya ada satu nama MARAGALUYU memang Cikuya sbg pusat & pelatih pusat nya adalah alm Bpk E SOEHANDI dari GG Simcong Sukamanah Bandung. Saya sebut keberatan sebab saya juga mempunyai foto2 Apa, Ibu & Kang Ujang,saya takut disebut palsu & merampas. Apakah tidak sebaiknya Seluruh anak didik MARGALUYU itu bersatu,sebab baik sewaktu Apa Anda masih hidup ataupun telah Wafat banyak sekali murid 2bahkan perwakilan( pelatih-guru cabang yg berhak "NGAHARKAT' banyak) Seperti pak Idi Subarna(H Abubakar Sidik Kubang Cianjur,pak Musa Tg Priok, pak Saridjo utk anggota Polisi, kang Djodjon utk tentara,pak Saitja krawang,pak Soehandi Bandung,pak Saleh Wates, pak Maan Bogor, Dan Suwaryono Jogja dan masih ada lagi'Pelatihan Pecak Silat ibing Mang Idit,juga tidak ketinggalan mang Andy. Belum lagi putra & cucunya pak E Soehandi kang AMAN & IYUS yg masih rajin mempertahakan MARGALUYU,bahkan pd perjumpaan terakhir dgn Iyus th 1995 terlihat semangat & kerjanya yg keras. Jadi marilah saudara2 ku seperguruan MARGALUYU bersatulah, malu & kasihaan kpd beliau sbg pencipta,pendiri MARAGALUYU utamanya alm Apa Andadinata.Juga kita harus malu pada pedoman pokok MARGALUYU,karena makna MARGALUYU sendiri MARGA=Jalan & LUYU=Persaudaraan. Jadi barang siapa telah berlatih JURUS( kirata JUJUR & LURUS) MARGALUYU, seharusnya berkata jujur & lurus dlm menuju JALAN PERSAUDARAAN. Saya tidak bermaksud menggurui ataupun mengajar tetapi saya melihat & membaca kok jadi begini. Alangkah manisnya & saya yakin MARGALUYU akan besar apabila kita bersatu.Seandainya ada kesalahan 2 tegor & luruskan.Jangan lah saling menyalahkan & mengaku dirinya paling benar,adakan musyawarah diantara seluruh warga MARGALUYU serta pengurus & perwakilan seperti zaman alam Apa Andadinata. Demikian curahan hati saya,seandainya ada kata2 yg tidak pada tempatnya itu adalah perbuatan manusia Djumali.Semoga Bapak 2, Saudara2 se ikhwan memaafakan & serta Allah mengampuni NYa. Amien ya Allah Amien.

Wassalam,

Djumali H

Anonim mengatakan...

Margaluyu adalah nick name PPS Margaluyu Pusat dan atau Gerak Badan Margaluyu Pusat Cikuya Cicalengka.

Didaftarkan dengan nama PPS Margaluyu Pusat ke PPSI Jawa Barat, didafyarkan dengan bama Gerak Badan Penca Margaluyu Pusat Cikuya Cicalengkan pada Dep. Pendidikan Kebudayaan Kanwil Jawa Barat. Itu lah faktanya.

Kalu anda mau berkebratan, alamatkan keberatan anda kepada Margaluyu 151 yang telah merusak sejarah apa Andadinata, Dan telah membelokan sejarah Keilmuan Margaluyu Pusat. Sehingga jelas anda ikut meneteskan keringat menjaga kemurnian sejarah dan keilmuan Margaluyu Pusat.

simple saja pa Djumali, sering2lah datang ke Cikuya untuk bersilaturahmi atau ziarah kemakam apa Andadinata. supaya tidak ketinggalan informasi. Dan mencoba untuk ikut berkeringat memajukan Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat.

Wassalam
Bambang Sarkoro

Anonim mengatakan...

tanpa a i u e o Group Margaluyu 151 komda Sum-Sel ranting Martapura OKU menghilang dari Facebook.
Ternyata gembar gembornya ML151 "Suradira Jayaningrat Lebur Dening pangastuti" HANYALAH TONG KOSONG. Berani berbuat (mencuri milik orang lain), tapi gak berani tanggiung jawab. sayur........

Anonim mengatakan...

pak Djumali
Mang Soehandi memang pernah menjabat pelatih pusat dijaman abah Andadinata. Kemudian diganti oleh abah Idit Junaidi.

apakah pak Djumali tahu, kalo guru besar Margaluyu 151, mengatakan bahwa abah Andadinata adalah abdi dalem (jongos) nya Sultan Agung ?.
Kami yg di Cikuya Cicalengka udah ngeluarkan keringat untuk meluruskan sejarah abah Andadinata.
Harapanya pak, jangan cuma menghimbau. Ikutan ngeluarin keringetlah buat melestarikan Margaluyu Pusat Cikuya Cicalengka.

salam
MLP Cikuya

Anonim mengatakan...

Pak Anonim(entah siapa nih)
Pak E Soehandi memang pelatih pusat Gerak Badan Penca Margaluyu yg berpusat di Cikuya. Sejak alm Apa Andadinata masih hidup ataupun alm Ibu tidak pernah dicabut sampai beliau meninggal dunia th 1984.Beliau didampingi oleh alm mang Andy,sedangkan mang Idit dulu sebagai pelatih ibing.
Terus terang dulu sebelum ada zaman internet saja sudah banyak yg mengaku atau menyalah gunakan nama MARGALUYU. Jaman Apa Anda pun sudah ada,jadi saya tidak terkejut .Cuman yg tidak betul dan tidak diri kalau menjelekan nama alm Apa Andadinata,kurang apa beliau. Saya ingat alm pak ULIS berkata Apa adalah seorang yg tempat bertanya lahir maupun bathin. Sebab beliaupun tempat anak murid Margaluyu meneruskan ke TAREKAT,Sejak tahun 1969 sayapun banyak malatih anggota AURI dari Madiun (SECABATI) dan diharkat oleh pak Soehandi. Demikian di Kubang Cianjur sampai th 1972 saya sering melatih ditempat yg gelap tengah malam, semua itu saya lakukan dgn harapan Margaluyu tetap lestari,walaupun banyak perguruan yg awalnya murid Margaluyu.Jadi saya bukan hanya menghimabau marilah apa salahnya bagi sanggup adakan pertemuan bagi seluruh anggota MARGALUYU,kita cari solusi yg terbaik demi kajayaan Margaluyu, tanpa banyak cerita.Bukan nya saya ingin tampil, kalau anda dari Cikuya boleh tanya kpd sdr WASTAM( rumahnya dekat makam Apa Anda).Selagi masih ada yg tua2,seperti RH ROE'YAT RAHMAT( 83-84 th)Sebab dari th 1988-95 dirumah beliau pun sering diadakan latihan. Yg harkat kang UJANG,H Abu Bakar Sidik ataupun mag ANDY.Juga boleh ditanyakan kpd sdr IYUS ( cucu pak Soehandi)atau kang Aman(DARMAN) putera pak Soehandi.Stlh saya membaca riwayat Apa Anda ada hal2 yg masih bisa diluruskan.Seperti beliau masih punya"guru" 2 orang. Satu yg memberikan kalimah "KAHANAN"biasa diberikan pada yg ditugas ngeharakat. Ke dua yg memberikan amalan" RATU WULUNG"( ini menurut ibu Anda sewaktu menuliskan di buku pd th 1972).Waktu itu saya diminta pak IDI(belum haji) mengantar ustadz UDIN Samsudin ke Cikuya agar memohon ke Ibu amalan tsb. Ahamdulillah tulisan tanganya masih ada.Persoalan saya jarang dirumah, menulis inipun sedang dilokasi tempat kerja di Labuan/Malaysia.

Wassalam

Djumali H

Anonim mengatakan...

Pak Djumali....
Buat saya Wastam bukan orang yang asing. Saya sangat tahu hitam putihnya dia. anak dari pak Gunawan alias pa Husien(jurukunci makam).

Kita sangat prihatin, kalo sejarah apa Andadinata dan sejarah keilmuan Margaluyu dirusak sama orang lain. Yakni oleh perguruan Margaluyu 151 Yogyakarta
Yang lebih prihatin lagi, justru warga Margaluyu diluar Cikuya atau yg paling deket yg dari Bandung kok diem aja. Kalo sejarah orang tua kita dirusak.

Rasanya ini waktu yang tepat untuk ikut berkeringat meluruskan sejarah apa Andadinata dan sejarah keilmuan Margaluyu yang sudah dirusak oleh orang lain. Sebagai bukti nyata bahwa kita cinta sama Margaluyu.

Anonim mengatakan...

Pak Bambang,
Sukur kalau anda tidak asing lagi dgn Wastam. Betul ayah dia adalh alm pak Gunawan(penjaga pertama makam Apa Andadinata) sejak mkam belum seprti sekarang.Sejak thn 1969 beliau,alm pak Ulis juga sering duduk di tempat. Saya masih ada foto bersama ibu alm juga 1 orang TARUNA AKABRI,Alhamdulillah masih tersimpan( kebetulan saya baru datang & saya simpan semua foto2 & ada 1 surat dari alm pak Soehandi tertanggal 23-Januari-1971.Kalau begitu pasti anda tahu Wastam lah yg hampir setiap saat menemani alm kang Ujang sejak masih sehat apalagi waktu sakit. Dia juga yg menemani kang Ujang meng Harakat ke Jakarta,cuma 1 kali tidak ditemani dia tetapi oleh Deny anak dari kang Handa(suami ceu Eja) sekitar th 1989 kebetulan kang Ujang nginap dirumah saya di Bogor.
Pak Bambang, Bandung bukan nya diam saja,mungkin ggak tahu. Jujur saja pak saya baru tahu kalau" MARAGALUYU" website ada itu pun dari anak yg waktu itu di Thailand.Kebetlan saya waktu itu ada di Batam,begitu tahu ada nomer tlpn mang Idit langsung saya telepon beliau. Dimana waktu itu beliau memeberi tahu bhw pak TJUTJU tlh meninggal. Ya Alhamdulillah saya pun langsung telepon ibu di Cimahi & memang betul adanya.Mari pak Bambang kalau ada waktu & berkenan kita berbincang mengaenai MARGALUYU kita ,saya terbuka saja. Cuma ada yg tidak harus ditulis di internet offair lah. Kebetulan saya ada dirumah sampai tggl 17 Agustus % tggl 18 nya harus berangkat lagi ke Labuan. Maklum saya masih bekerja mencari nafkah pak di negeri orang ketulan. Kalau soal main ke Cikuya stlh saya ditawajuh sm almm pak Ulis jurus 10-7(smg anda maklum apa ini),mulai sekitar bln Juli 1968 sampai akhir hampir setiap malam Minggu saya nginap di rumah sblh barat dimana kang Ujang tidur,dan alm Apa Anda lah yg mendirong katanya" sok nyuhunkeun diajar jurus lemes jeung payung ka kang Ujang".Alhamdulillah pak, setiap Magrib,Isa & Subuh selalu makmum sama Apa Anda & muazin nya alm pak Gunawan itu. Habis subuh baru saya pulang ke Bandung.Tetapi sejak th 1977 saya di Bogor ya dekat dgn Mang Maan,Adun, Arnali & mang Eman semuanya sdh almarhum.
Itulah sekedar seklumit tentang saya.

Terima Kasih & Wassalam,

Djumali H

Anonim mengatakan...

Alangkah baiknya kita warga MARGALUYU Cikuya bertemu ada moment Mauludan kita bisa pergunakan untuk sharing , apa yg pak Djumali informasikan betul adanya ttg pak Roeyat sy kebetulan jg mengenal trahir ketemu agustus 97 dirumah pak Andi dimana beliau membawa anak muridnya untk diharkat pak andi ada jg foto2nya, Tentang 2org guru Apa ANDA kalau tdk salah Mama Singa atau mama cikole dari cinunuk dan mbah Arkasim mmg kalau org skrg kurang tahu, maka info dr pak Djumali sangat berguna. nuwun

Anonim mengatakan...

Mengapa kita semua warga dan kerabat maupun saudara MARGALUYU saling tuduh dan menjatuhkan antar 1 dan yang lain.. apa arti dari MARGALUYU.? pastinya anda sudah mengetahui itu semua.. tapi mengapa kita tidak dpat melaksanakannya, ataupun kita tidak dpt memahami apa arti PEDOMAN SUCI,sebuah pedoman yng suci dan netral..
seharusnya kita sebagai warga MARGALUYU sling menghargai dan tidak sling menghina antara lain karna kita adlah saudara...
bila perkataan saya ada yg salh atau menyinggung sya minta maaf sebesar'besrnya,.
tutur kata saya mengucapkan salam untuk warga MARGALUYU 151, maupun MARGALUYU PUSAT.. slam perdamaian

Anonim mengatakan...

Ini rasa2 nya dik Sulis, sebab baru kepada nya lah saya berterus terang pada waktu interaksi melalui telepon ataupun via internet. Memang betul adalah alm MAMA-SINGA yang memberikan "KAHANAN" kepada Apa ANDADINTA serta mbah ARKASIM yang memberikan "RATU-WULUNG". Mengenai asal usul nya berdasarkan penuturan alm H Abubakar Sidik ataupun mang Andy Rohandi pada waktu riungan Mauludan di rumah Apa ANDADINATA sekitar tahun 70an bahwa MAMA SINGA berasal dari daerah UJUNG BERUNG, sedangkan mbah ARKASIM memang saya tidak bertanya kpd alm ibu ANDA sewaktu menuliskan RATU -WULUNG, cuma pesan beliau agar supaya mengirim hadiah kpd mbah ARKASIM apabila mau ambil Ratu-Wulung seperti yang dipesan kan oleh APA ANDADINATA. Kemungkinan hal asal usul ini bisa ditelusuri serta ditanyakan kpd mang IDIT selagi beliau masih segar bugar, ataupun kpd kang HANDA suami ceu EDJA barangkali saja tau. Juga bisa ditanyakan pada kang ENDANG dari Gedebage.
Tidak mengapa memakan waktu demi penelusuran sejarah Alm APA ANDADINATA. Kalau saja saya di darat Insya Allah saya bisa tanyakan kpd beliau2 ini.
Saya menulis ini bukan bermaksud menggurui atau sok lebih tau, cuma karena sudah ada yg menulis( mudah2an Dik Sulis adanya )jadi biar lengkap siapa kah Mama SINGA & Mbah ARKASIM ,walaupun saya bisa menyampaikan apa yang saya ketahui.
Kalau semua orang MARGALUYU melaksanakan ajaran2 MARGALUYU secara jujur 100 % tanpa di tambah atau dikurangi, insya Allah Aman & Tenteram kita. Semoga teman 2MARGALUYU akan melaksanakan nya secara konskuwen. Semoga ALLAH memberi petunjuk pada umat NYA, Amien Ya Allah Amien.

Salam,

Djumali H

Anonim mengatakan...

ass..sy dari blackpanther..menurut saya MLP dan ML 151 adalah sama2 Margaluyu...yg membedakan adalah pemimpinx....!!!!tapi tergantung bgmn warga masing2 menimbah ilmu dan merasakan totalitas hasil yg didapatkan...!!!!sejarah tdklh masalah tapi bgmn orng bisa berilmu dan berbuat baik kepada sesama....!!!iyakan...???tp klo diperhatikan dari benderanya (lambangx) saya lihat yg lebih bagus n lebih mengarah kpd perguruan silat n TD adalah bendera MARGALUYU 151....

Anonim mengatakan...

Assalamu alaikum Wr.Wb
Kecerdasan seseorang tergambar dari sopan santunnya, keilmuan seseorang tergambar dari tawadunya.

maaf, saya hanya ingin mengatakan bahwa SIAPAPUN GURUNYA, APAPUN PERGURUANNYA...JIKA MENGAJARKAN KEBAIKAN DAN MENGARAHKAN KE IBADAH MAKA ITULAH YANG PERLU DIIKUTI,DIPANUTI.

demikian yang saya dapatkan secara pribadi selama belajar dan mengkaji dari ML 151 YOGYAKARTA,
mulai dari DASAR hingga tataran TAR.
Selama belajar ML 151 belum pernah saya temukan EYANG SESEPUH,GURU BESAR : HS. EFENDY melakukan: KEBOHONGAN, KESOMBONGAN, AROGANSI, SIRIK,Dan sifat buruk yang merugikan orang lain. Jadi wajar kalau saya mengagumi Beliau sebagai Guru saya karena beliau yang mengajarkan kebaikan kepada saya...wassalam ! rayhan mattalatta

catatan RENUNGAN
pada hakikatnya semua hamba Allah adalah warga ML

Anonim mengatakan...

Jganlah kta sling mnyalhkan atw sling justifikasi antra MLP maupun ML 151, slgi kdua2.y mngajrgak kbaikan atw ktaatn trhdap Tuhan Yang Maha Esa mngpa tdak kita ikuti. Ingat, pnulisan sejarah ad yg nma cenderung ke objektifitas atw brkepntingan dlm stau pihak. Wlaupun ad ksaksian atw bukti, tpi mna kita apkah sseorg mnulis sejrah tsb mmiliki kpentingan trsendri. Sy sbgai wrga ML 151 tda brpihak d mnapun. Tpi prinsip sya, ap bila prguruan yg sya ikuti itu mngjarkn ttang kbaikan mngpa sya tdk ikuti. Satu sift yg d pegang oleh wrga ML 151 "suro diro jaya ningrat lebur dening pangastuti (segala kekuatan hitam/yg tdk baik akn d kalahkn oleh budi yg luhur). Mnurut wrga MLP maupun ML 151 apkh itu mngrah kpda kburukn atw kbaikn ?

Salam 1 nafas dri wrga ML 151 kpda MLP.

Ttd
Dzhul